Istilah conversion dalam digital marketing berada pada tahapan akhir marketing funnel.
Jika sudah sampai pada tahap conversion, artinya strategi pemasaran yang dilakukan sudah berhasil.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk memahami lebih dalam apa itu conversion dan bagaimana strategi untuk meningkatkannya.
Pelajari lebih lanjut tentang conversion pada artikel blog Yappertree berikut.
Apa Artinya Conversion
Conversion atau konversi adalah sebuah proses yang mengubah pengunjung menjadi pelanggan dengan melakukan sebuah tindakan.
Mulai dari membeli produk atau layanan, mengisi formulir, berlangganan, atau mengunduh konten.
Tingkat konversi yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan meningkatkan efisiensi pemasaran.
Mengapa Conversion Penting dalam Bisnis

Tujuan utama conversion adalah menjadi tolak ukur untuk dalam menentukan keefektifan bisnis.
Selain itu, conversion juga menunjukkan sejauh mana strategi marketing mampu mengubah pengunjung menjadi pelanggan potensial.
Jika tingkat konversi tinggi, maka strategi pemasaran yang dilakukan sudah berjalan dengan baik.
Namun jika tingkat konversi rendah, bisnis bisa mengetahui mengetahui bagian marketing funnel mana yang perlu ditingkatkan.
Oleh karena itu, sebaiknya bisnis terus memantau dan meningkatkan konversi untuk memaksimalkan pendapatan.
Jenis-Jenis Conversion dalam Digital Marketing
Setiap jenis conversion memiliki peran penting dalam menilai efektivitas kampanye digital dan membantu bisnis memahami perilaku pengguna di setiap tahap customer journey.
Berikut beberapa jenis conversion yang paling umum digunakan.
-
Pembelian (Purchase)
Merupakan jenis conversion utama di bisnis e-commerce, di mana pengunjung melakukan transaksi dan menyelesaikan pembayaran untuk membeli produk atau layanan.
-
Pendaftaran (Sign Up)
Terjadi ketika pengguna mendaftar untuk suatu layanan atau program, seperti berlangganan newsletter, bootcamp, webinar, atau platform digital tertentu.
-
Mengisi Formulir (Submit Form)
Conversion yang terjadi saat pengguna mengisi formulir online, seperti formulir permintaan penawaran, survei, atau pendaftaran konsultasi.
-
Panggilan Telepon (Phone Call)
Jenis conversion yang terjadi ketika pengguna menghubungi bisnis melalui panggilan telepon untuk menanyakan informasi, melakukan reservasi, atau transaksi.
-
Lead Generation
Proses mengubah pengunjung menjadi calon pelanggan (lead) melalui tindakan seperti mengunduh e-book, mendaftar webinar, atau mengisi formulir kontak.
-
Membuat Akun (Create Account)
Terjadi ketika pengguna membuat akun di website atau aplikasi, menandakan bahwa mereka siap menggunakan layanan atau menjelajahi fitur yang ditawarkan.
-
Install Aplikasi (App Install)
Conversion yang terjadi saat pengguna mengunduh dan menginstal aplikasi dari App Store atau Google Play, biasanya menjadi langkah awal menuju interaksi lebih lanjut di dalam aplikasi.
Strategi Meningkatkan Conversion

Berikut beberapa strategi efektif yang dapat membantu meningkatkan conversion bisnis.
-
Optimalkan Website atau Landing Page
Website atau landing page adalah tempat utama dimana calon pelanggan berinteraksi dengan bisnis. Oleh sebab itu, tampilan dan fungsionalitasnya sangat berpengaruh terhadap keputusan pengguna untuk melakukan tindakan tertentu.
Langkah-langkah yang bisa dilakukan antara lain:
• Gunakan desain yang sederhana, profesional, dan mudah dipahami. Tambahkan konten video jika diperlukan.
• Pastikan halaman memuat dengan cepat dan tampil optimal di semua perangkat.
• Buat struktur konten yang jelas dengan fokus pada satu tujuan (misalnya: pembelian atau pendaftaran).
• Tambahkan elemen kepercayaan seperti testimoni, ulasan pengguna, atau jaminan keamanan transaksi. -
Gunakan Call to Action (CTA) yang Efektif
Call to Action (CTA) adalah elemen penting yang mengarahkan pengguna untuk melakukan tindakan yang diinginkan, seperti membeli produk, mendaftar, atau mengunduh aplikasi.
Agar CTA bekerja secara maksimal, perhatikan hal-hal berikut:
• Gunakan kata-kata yang jelas dan mendorong tindakan, misalnya: “Beli Sekarang” atau “Coba Gratis””.
• Pastikan tombol CTA memiliki warna kontras dengan latar belakang agar mudah terlihat.
• Tempatkan CTA di posisi strategis, seperti di bagian atas halaman atau setelah penjelasan produk.
• Gunakan kalimat CTA yang sesuai dengan konteks halaman agar tidak membingungkan pengunjung. -
Lakukan A/B Testing
A/B Testing adalah metode membandingkan dua versi halaman, elemen, atau konten untuk mengetahui mana yang lebih efektif.
Langkah-langkahnya meliputi:
• Buat dua versi halaman dengan perbedaan kecil, seperti warna tombol CTA, posisi form, atau judul headline.
• Jalankan kedua versi secara bersamaan kepada segmen audiens yang serupa.
• Analisis hasilnya berdasarkan metrik conversion rate.Melalui A/B Testing, kamu dapat menemukan kombinasi desain, pesan, dan strategi yang paling efektif dalam mendorong pengguna melakukan tindakan yang diinginkan.
Meningkatkan Konversi Penjualan bersama Yappertree
Setelah memahami pentingnya meningkatkan konversi penjualan, kini bayangkan jika Anda memiliki sebuah platform yang mampu membantu mencapai hal tersebut dengan cara yang lebih efisien dan terukur.
Yappertree adalah solusi digital yang dirancang untuk membantu bisnis meningkatkan konversi penjualan. Dengan berbagai fitur unggulan, Yappertree memungkinkan Anda untuk:
- Mengelola berbagai channel komunikasi seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Live Chat dalam satu dashboard.
- Mendapatkan laporan analitik lengkap tentang pelanggan, performa agent, dan efektivitas tiap channel komunikasi.
- Membangun kedekatan yang lebih baik dengan pelanggan melalui interaksi cepat dan responsif.
- Memanfaatkan WhatsApp API, Autoresponder, serta Chat Templates untuk meningkatkan efisiensi percakapan dan konversi.
Segera hubungi tim Yappertree untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan penawaran menarik lainnya di sini.

